jelaskan hubungan antara gas emisi dengan kesehatan dan pemanasan global
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban Ferdy3211
Emisi gas buang merupakan sisa hasil pembakaran mesin kendaraan baik itu kendaraan berroda, perahu/kapal dan pesawat terbang. Biasanya emisi gas buang ini terjadi karena pembakaran yang tidak sempurna dari sistem pembuangan dan pembakaran mesin serta lepasnya partikel-partikel karena kurang tercukupinya oksigen dalam proses pembakaran tersebut.
Sumber emisi gas buang itu sendiri berupa H₂O (air), HC (senyawa hidrat), gas CO (karbon mooksida), CO₂ (karbon dioksida), dan NOx (senyawa nitrogen oksida). Untuk lebih jelasnya akan di uraikan sumber-sumber emisi itu dihasilkan …
1. H₂O
H₂O merupakan hasil pembakaran sempurna dari bensin (senyawa hidrokarbon) yang bereaksi dengan oksigen. Pernahkah kalian mendengar istilah ”mesin banjir pada kendaraan bermotor?” mesin itu banjir karena adanya H₂O yang merupakan sisa hasil pembakaran yang tidak terbuang sehingga mengakibatkan mesin itu tidak menyala dan akibat banyaknya H₂O yang tidak terbuang proses pembakaran pada mesin akan terhambat dan dapat menghasilkan emisi-emisi gas yang lain.
2. HC
HC merupakan ikatan hidrokarbon berupa senyawa hidrat arang yang dihasilkan akibat proses pembakaran yang tidak sempurna dan sisa hasil pembakaran yang tidak terbuang. Selain itu akibat proses pembakaran pada HC yang tidak sempurna, akan menghasilkan gas-gas buang yang berbahaya bagi kehidupan baik itu pada manusia itu sendiri maupun pada iklim. Gas-gas buang itu diantaranya CO (karbon monooksida) dan NOx (nitrogen oksida). HC (senyawa hidrat) ini hanya akan bereaksi dengan oksigen pada pembakaran sempurna dan akan menghsilkan CO₂ (karbon dioksida) dan H₂O (air) serta Nitrogen keluar sebagai N₂.
Reaksinya :
HC (l) + O₂ (g) → CO₂ (g) + H₂O (aq)
Adapun kemungkinan penyebab emisi HC ini tinggi dan dapat menimbulkan gas-gas buang lain yang berbahaya diantaranya karena Catalytic Conventer (CC) pada kendaraan tidak berfungsi dan AFR (Air to Fuel Ratio) yaitu rasio perbandingan antara udara dan bensin yang tidak tepat sehingga mengakibatkan bensin tidak terbakar sempurna di ruang bakar.3. Gas CO (karbon monooksida)
Gas CO (karbon monooksida) merupakan gas yang beracun yang relative dan mudah bereaksi dengan unsur lain dan karbon monooksida ini timbul akibat berkurangnya campuran udara dalam proses pembakaran atau akibat proses pembakaran pada HC yang tidak sempurna, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. CO (karbon monooksida) ini dapat membahayakan kesehatan pada manusia karena C dan O ini saling berikatan kovalen tapi tidak memenuhi kaidah oktet maupun duplet dan sangat mudah bereaksi dengan unsur lain. Tetapi emisi CO (karbon monooksida) pada kendaraan ini dapat dikurang dengan mengubahnya ke CO₂ dengan bantuan sedikit tambahan oksigen dan panas pada mesin. Biasanya gas CO ini berupa asap hitam yang di keluarkan kendaraan melalui knalpot kendaraan.
4. Gas CO₂ (karbon dioksida)
Gas CO₂ (karbon dioksida) merupakan hasil proses pembakaran sempurna dari bensin atau HC (senyawa hidrat) dengan O₂ (oksigen). Konsentrasi CO₂ semakin tinggi maka akan semakin baik, hal ini menunjukan secara langsung status proses pembakaran di ruag bakar pada mesin kendaraan. Sumber CO₂ ini hanya dari ruang bakar pada mesin dan CC. Tetapi pada keadan tertentu konsentrasi CO₂ yang tinggi ini akan berbanding terbalik dengan keadaan iklim di luar sana. Karena CO₂ merupakan sumber emisi terbesar gas rumah kaca.